News24xx
No Result
View All Result
No Result
View All Result
News24xx
No Result
View All Result
Home Culture

Ini Lho Motif Batik Parang yang Terlarang di Nikahan Kaesang

Zai by Zai
9 December 2022
in Culture
0
Ini Lho Motif Batik Parang yang Terlarang di Nikahan Kaesang
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ada aturan spesifik terkait busana yang harus diikuti tamu undangan pernikahan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, dan Erina Gudono di Pura Mangkunegaran, Solo. Tamu dilarang mengenakan batik dengan motif parang.
Alasannya, menurut perwakilan keluarga, karena larangan tersebut datang langsung dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X, yang merupakan penguasa Pura Mangkunegaran (disebut juga Puro Mangkunegaran), tempat resepsi pernikahan akan dilangsungkan.

A batik kain with a variant of the scrolled parang motif once restricted to royal use, Indonesia. Javanese. 20th c Central Java. (Photo by Werner Forman/Universal Images Group/Getty Images)

Kenapa batik motif parang dilarang?
Dikutip dari laman resmi Pura Mangkunegaran, sebenarnya larangan tersebut sudah diberlakukan sejak lama. Sebab, motif batik parang hanya boleh dikenakan oleh Adipati dan keluarganya.

“Seperti di Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Puro Pakualaman Yogyakarta, motif batik parang adalah motif batik terlarang yang hanya boleh dipakai oleh Adipati dan keluarganya, hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya Dinasti Mataram,” demikian bunyi penjelasan tersebut.

Mengutip dari Ensiklopedia The Heritage of Batik, batik motif parang merupakan salah satu batik keraton yang digunakan di lingkungan kerajaan dan tidak boleh dipakai sembarangan. Nama parang berasal kata pereng yang dalam bahasa Jawa memiliki arti garis lengkung menyerupai ombak laut.

Sesuai namanya, salah satu motif batik tertua di Indonesia ini memiliki susunan motif yang membentuk huruf S yang melambangkan kekuasaan, kekuatan, dan semangat yang tak pernah padam. Sedangkan, susunan yang saling menyambung satu sama lain bermakna sebuah kesinambungan.

Menurut buku Batik: Fabled Cloth of Java oleh Inger McCabe Elliot, motif parang memiliki makna yang menyiratkan kekuatan dan pertumbuhan yang digunakan oleh raja. Oleh sebab itu, motif parang tidak boleh digunakan oleh rakyat biasa.

Motif parang Yogyakarta dan Solo
Diketahui, motif batik parang merupakan motif yang dimiliki oleh keraton Yogyakarta dan Surakarta. Hal yang membedakan antara motif parang Yogyakarta dan Surakarta adalah bentuk dan warnanya.

Motif parang Yogyakarta memiliki bentuk diagonal dari kanan atas ke kiri bawah dengan campuran warna putih dan hitam sebagai warna dasar, sedangkan parang Surakarta berbentuk sebaliknya dengan warna coklat soga.

Dalam tradisi Keraton Yogyakarta, batik motif parang, seperti Parang Rusak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat Lar, Udan Liris, Rujak Senthe, Parang-parangan, Cemukiran, Kawung, dan Huk merupakan Awisan Dalem atau motif larangan. Berkaitan dengan hal tersebutt, penggunaannya pun terikat oleh aturan tertentu.

Dikutip dari laman resmi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, aturan penggunaan motif parang tertuang dalam “Rijksblad van Djokjakarta” tahun 1927 tentang Pranatan Dalem Bab Jenenge Panganggo Keprabon Ing Kraton Nagari Yogyakarta.

Dalam nyamping atau bebet, aturan penggunaan motif parang sebagai batik larangan adalah sebagai berikut.

  1. Parang Rusak Barong ukuran lebih dari 10 cm hingga tak terbatas hanya boleh dikenakan oleh raja dan putra mahkota.
  2. Parang Barong ukuran 10-12 cm dipakai oleh putra mahkota, permaisuri, Kanjeng Panembahan dan istri utamanya, Kajeng Gusti Pangeran Adipati dan istri utamanya, putra sulung sultan dan istri utamanya, putra-putri sultan dari permaisuri, dan patih.
  3. Parang Gendreh ukuran 8 cm dipakai oleh istri sultan (ampeyan dalem), istri putra mahkota, putra-putri dari putra mahkota, Pangeran Sentana, para pangeran dan istri utamanya.
  4. Parang Klithik ukuran 4 cm ke bawah dipakai oleh putra ampeyan dalem, dan garwa ampeyan (selir putra mahkota), cucu, cicit/buyut, canggah, dan wareng.

Sementara itu, pemakaian motif parang sebagai kampuh atau dodot aturannya adalah sebagai berikut:

Motif Parang Barong dikenakan oleh sultan, permaisuri dan istri utama, putra mahkota, putri sulung sultan, Kanjeng Panembahan, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati, putra sulung sultan dan istri utamanya.
Kampuh Gendreh dipakai oleh putra-putri sultan dari permaisuri dan garwa ampeyan, istri (garwa ampeyan), putra-putri dari putra mahkota, Pangeran Sentono, istri utama para pangeran, dan patih.
Bebet Prajuritan (kain batik untuk kelengkapan busana keprajuritan), yang boleh mengenakan sama dengan ketentuan pemakaian kampuh.
Kampuh Parang Rusak Klithik dipakai untuk istri dan garwa ampeyan putra mahkota.

Sumber : CNBC Indonesia

Tags: motif batik parangmotif parangpernikahan kaesang dan erina
Previous Post

Celine Dion Idap Penyakit Langka, Tubuhnya Kaku Bak Patung

Next Post

3 Fakta Pura Mangkunegaran, Tempat Resepsi Kaesang-Erina

Next Post
3 Fakta Pura Mangkunegaran, Tempat Resepsi Kaesang-Erina

3 Fakta Pura Mangkunegaran, Tempat Resepsi Kaesang-Erina

Browse by Category

  • Advertorial
  • Advertorial Indragiri Hilir
  • Advertorial Siak
  • Bengkalis
  • Business
  • Crime
  • Culture
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gallery
  • Health
  • Hukum
  • Indragiri Hilir
  • Indragiri Hulu
  • International
  • Kampar
  • Kuantan Singingi
  • Lifestyle
  • National
  • News
  • Opinion
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Politics
  • Riau
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Siak
  • Sports
  • Tak Berkategori
  • Tour de Siak
  • Travel
  • World

Browse by Tags

Aceh bali Bengkalis Brigadir J BTS celebrity coronavirus Covid-19 crime Curanmor DPRD Riau Ferdy Sambo health india indonesia Indra Kenz inhil international jambret Kampar Korupsi KPK Kuansing narkoba national Papua Pekanbaru pembunuhan pemerkosaan pencabulan pencurian Penganiayaan Piala Dunia 2022 Polda Riau polisi Polri riau Rohil Rohul sabu siak technology Tewas TNI Viral
Logo News24xx

  • About Us
  • Akun Saya
  • Checkout
  • Contact
  • Contact Us
  • Cyber Media Guidelines
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Keranjang
  • Laman Contoh
  • News24xx.com
  • News24xx.com Backup
  • Pricing
  • Redaksi
  • Toko

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • About Us
  • Akun Saya
  • Checkout
  • Contact
  • Contact Us
  • Cyber Media Guidelines
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Keranjang
  • Laman Contoh
  • News24xx.com
  • News24xx.com Backup
  • Pricing
  • Redaksi
  • Toko

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?